Metode & Batasan
Bagaimana alat ini bekerja, dan apa yang tidak bisa dilakukannya.
Tidak ada sihir di balik layar. Empat modul memeriksa tulisanmu dengan model open-source, pencarian ke sumber publik, dan aturan tata tulisan. Semua dilakukan di server kami, tanpa API AI berbayar.
Model klasifikasi teks open-source (XLM-RoBERTa multilingual) yang dilatih membedakan tulisan manusia vs mesin. Berjalan lokal di server kami. Setiap kalimat diberi skor 0–100, lalu digabung dengan statistik tulisan untuk menghasilkan skor akhir dan label Rendah/Sedang/Tinggi.
Teks dipecah jadi potongan 8–12 kata, lalu potongan paling informatif dicari ke OpenAlex, Crossref, Wikipedia (ID & EN), dan CORE — semua sumber gratis dan terbuka. Kecocokan dihitung dengan shingling + cosine similarity. Hasil pencarian di-cache 24 jam untuk menghemat kuota.
Deteksi pola sitasi (APA, Harvard, IEEE, gaya Indonesia) dan daftar pustaka memakai regex. Lalu memeriksa: sitasi tanpa padanan di daftar pustaka, referensi yang tidak pernah dikutip, DOI tidak valid (diverifikasi ke Crossref), format tidak konsisten, dan referensi terlalu tua.
Berbasis aturan, tanpa AI generatif. Mendeteksi kalimat >35 kata, paragraf klaim tanpa sitasi, kata berulang, kata pengisi & klise, pasif berlebihan, dan kalimat generik bernada AI. Setiap temuan dilengkapi lokasi, masalah, dan checklist perbaikan yang konkret.
Sinyal yang dihitung dari gaya penulisan
Variasi panjang kalimat. Tulisan manusia cenderung tidak rata — ada kalimat pendek, ada yang panjang. Tulisan AI sering terlalu seragam.
Rasio kata unik terhadap total kata. AI cenderung memakai kumpulan kata yang lebih sempit dan berulang.
Frasa 3–5 kata yang muncul berulang dalam teks. Sinyal kuat tulisan yang diproduksi massal.
Transisi formal yang terlalu sering ("selanjutnya", "lebih lanjut", "dengan demikian") — pola umum output mesin.
Batasan penting
Alat ini memberi perkiraan berbasis aturan dan statistik, bukan vonis. Selalu gunakan penilaian dosen/pembimbing sebagai acuan utama.
- Skor gaya AI adalah probabilitas, bukan kepastian. Tulisan manusia yang sangat rata bisa dapat skor tinggi; tulisan AI yang sengaja dibuat "kasar" bisa lolos.
- Kemiripan hanya mengecek sumber terbuka. Tulisan yang disalin dari buku cetak, jurnal berbayar, atau tulisan lain yang tidak terindeks tidak akan terdeteksi.
- Deteksi sitasi memakai pola regex. Format tidak standar atau salah ketik bisa lolos dari deteksi.
- Model AI-detector dilatih pada data tertentu — bias terhadap topik, gaya, dan bahasa tertentu bisa terjadi. Bahasa Indonesia memiliki data latih lebih sedikit daripada Inggris.
- Kuota pencarian ke sumber publik terbatas, jadi tidak semua potongan teks dicari — hanya yang paling informatif.
- Saran perbaikan bersifat umum dan berbasis aturan. Untuk masalah substansi, gunakan penilaian akademik.
Gunakan hasil ini sebagai bahan refleksi, bukan vonis akhir. Tugas akhir tetap menjadi tanggung jawabmu.